URGENSI MEMBENTUK LINGKUNGAN YANG BAIK UTK TUMBUH KEMBANG ANAK
📅 26 November 2025

URGENSI MEMBENTUK LINGKUNGAN YANG BAIK UTK TUMBUH KEMBANG ANAK

Kita dan anak2 kita dpt mudah terbentuk dr bi'ah yg ditemui. Bangun bi'ah islamiyah di masyarakat, kita wariskan yg terbaik utk generasi penerus. Seorang ayah lari tunggang-langgang ketika dari kejauhan terlihat seekor singa berjalan mendekatinya. Wajar, dia tahu betul betapa berbahayanya singa. Anaknya ikut lari terbirit-birit. Bukan karena tahu bahaya, tapi karena melihat ayahnya lari duluan. Anak ini belum paham mengapa harus lari, dan apa yang akan terjadi jika tetap diam. Ia hanya meniru.

Hari berikutnya, setiap melihat singa, anak ini reflek lari. Tak perlu diteriaki. 

Namun karena tidak benar-benar mengerti mana singa mana bukan, suatu hari melihat domba pun ia menangis kabur. Ya, disangkanya semua binatang berbulu itu “berbahaya”.

Sampai suatu hari ia menonton pertunjukan sirkus. Di sana ia melihat para pawang bercengkerama dengan singa. Di benaknya, pawang itu tampak keren, hebat, dan inspiratif.

Anak itu pun coba meniru. Dan…haummm! Sekejap tubuhnya dicabik, ditelan. Habis.

Anak-anak yang tumbuh dalam keluarga dan lingkungan penuh ketakwaan, yang sejak kecil dibiasakan jijik pada kemaksiatan, entah itu khamr, pesta horeg, buka aurat, pergaulan bebas, biasanya akan tumbuh dengan rasa takut melakukan semua itu.

Tapi ini berubah ketika ia menemukan lingkungan baru. Teman-teman baru yang dekat dengan khamr, wanita, musik maksiat, meninggalkan shalat, dan korup. Lama-lama ia merasa: “Ah… ternyata tidak semenakutkan yang dibilang orang tuaku.”

Dari sekadar penasaran, menjadi coba coba. Dari mencoba menjadi ketagihan. Dan dari ketagihan, na‘udzubillah, bisa benar-benar tenggelam dalam dunia gelap, su’ul khatimah, dan akhirat yang pedih

----

Di sinilah pentingnya hidup dalam lingkungan orang-orang saleh. Di sinilah bahayanya jika maksiat diumbar dan dipertontonkan. Dan di sinilah mengapa wajib amar ma’ruf nahi munkar.

Tontonan di tiktok atau reels, juga sangat berpengaruh. Algoritma bisa mengubah persepsi manusia tentang maksiat. Ah biasa aja, semua orang juga joget, semua wanita juga pamer pantat, kitanya aja yang selama ini terlalu mabok agama. 

Kalau tragedi singa tadi dilihat anak-anak lain, sudah pasti mereka tak berani mendekati singa lagi. Mereka menjadi ainul yakin, melihat sendiri bahayanya, meski di tempat lain sang pawang masih saja terlihat santai mencari nafkah bersama singa-singa itu.

Demikian pula orang bertakwa. Hatinya tetap takut maksiat meskipun tinggal di lingkungan yang buruk. Karena setiap hari mereka melihat, dengan ‘ilmul yakin, betapa Maha Kuasanya Allah, betapa lemahnya diri ini, dan betapa benarnya ancaman neraka yang diberitakan oleh Rasul yang mustahil berdusta.

Najih Ibn Abdil Hameed

Baca Berita Lainnya

Meriah dan Penuh Kebanggaan, SIT Qordova Gelar Parade Prestasi Bersamaan dengan Pembagian Rapor
Meriah dan Penuh Kebanggaan, SIT Qordova Gelar Par...

Suasana penuh kebanggaan dan kebahagiaan menyelimuti lingkungan Sekolah Islam Te...

Baca Selengkapnya
Liburan Ceria, Akhlak Mulia Tetap Terjaga Bersama SIT Qordova
Liburan Ceria, Akhlak Mulia Tetap Terjaga Bersama...

Liburan sekolah menjadi momen yang dinanti oleh seluruh peserta didik. Setelah m...

Baca Selengkapnya
SMP IT Qordova Raih Penghargaan Peserta Inspiratif di Jambore On The Air dan Jambore On The Internet 2025
SMP IT Qordova Raih Penghargaan Peserta Inspiratif...

Siswa-siswi SMP IT Qordova kembali menorehkan prestasi membanggakan di bidang ke...

Baca Selengkapnya